Suasana penuh semangat dan kreativitas mewarnai pelaksanaan Gelar Seni Budaya Kelas X SMK Negeri 1 Kokap Tahun Ajaran 2025/2026 yang mengusung tema “Pekan Kokurikuler.” Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 18–19 Mei 2026 di Lapangan Selo, Hargorejo, Kokap ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang seni dan budaya Nusantara.

Selama dua hari, para siswa kelas X menyuguhkan berbagai pertunjukan yang memadukan unsur tradisi, drama, tari, musik, dan kreativitas visual dalam satu panggung budaya yang megah. Beragam penampilan berhasil memukau penonton, di antaranya Sendratari Joko Tarub, Tari Kecak, Candi Pembawa Luka, Cupu Manik Astagina, Perjanjian Keramat di Tanah Jawa, hingga Kisah Cinta Dewi Sangga Langit.

Kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran kokurikuler yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Selama kurang lebih tiga bulan persiapan, para peserta didik bekerja sama dalam tim untuk menyusun konsep, menyiapkan properti, latihan pementasan, hingga proses produksi acara.

Melalui proses tersebut, siswa belajar banyak hal penting di luar pembelajaran akademik. Mereka dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, meningkatkan kemampuan kerja sama tim, membangun komunikasi yang baik, serta mengasah kemampuan problem solving dalam menghadapi berbagai tantangan selama persiapan acara berlangsung.

Semangat para siswa dalam menampilkan karya terbaik menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian budaya Indonesia. Tradisi dan cerita rakyat Nusantara dikemas secara kreatif dan modern tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Gelar Seni Budaya ini juga menjadi ruang apresiasi bagi siswa untuk mengekspresikan bakat dan minat mereka di bidang seni. Antusiasme penonton yang hadir turut menambah semarak acara dan menjadi dukungan nyata terhadap upaya pelestarian budaya lokal maupun nasional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMK Negeri 1 Kokap berharap siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kolaboratif, kreativitas tinggi, serta rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa. “Pekan Kokurikuler” menjadi bukti bahwa seni dan budaya mampu menjadi media pembelajaran yang bermakna sekaligus membangun generasi muda yang berkarakter dan cinta Indonesia.